Selasa, 12 Oktober 2010

noktah2 tarbawi (1)


alhamdulillah, sesi baru bermula... dan dengan itu sesi lalu baru sahaja berlalu

sesi lalu adalah noktah2 utama dalam hidup saya, banyak ma'ani2 dan hakikat2 yang telah tertegak di hadapan mata dan di dalam hati....

terutamanya dalam dakwah dan tarbiah, cukup mem-bekas-kan di hati saya semenjak hari pertama saya menggeluti di jalan ini....

tidak ada yang pantas saya ucapkan kecuali memulangkan segala puji-pujian hanya kepada ALLAH subhana wa taala kerana telah mempertemukan saya dengan beberapa individu yang telah bersungguh-sungguh dan bekerja keras menegakkan tabia'at agama ini.... tabi'at agama ini yang menuntut kita beriltizam dengan dengan sungguh2 atas jalannya... yakin dan percaya dengan sebenar2 nya bahawa inilah satu2 jalan untuk kita lulus dan mencapai kebhagiaan dalam perjalanan hidup ini yang seseberapa lama.... hingga akhirnya kita menemui "al-yaqin" itu, yakni kematian.... hingga kita menemuinya dalam aksi2 kita yang terakhir dan terbaik di dalam dakwah kepada ALLAH...

ada ikhwah yang duitnya habis kering kontang utk mad'u...
ada ikhwah yang sampai demam2 hanya kerana menelaah buku2 fikroh dan menghadiri puluhan pertemuan seminggu...
tiada habuan dunia yang didapati kecuali lelah dan lunyai... tetapi inilah bukti syahadah ini...

inilah jalan para rasul2 dan pengikut2 nya terdahulu

inilah yang membentuk keimanan kita kpd ALLAH akan ganjaran yang besar menanti di hari dihimpunkan setiap seorang pernah hidup

membebaskan takluk yang lain selain takluk ALLAH dalam kehidupan....

meletakkan diri bahawa setiap yang dilakukan adalah berkenaan hisab di hadapan ALLAH di padang mahsyar kelak...

akhirnya, ia membawa kita kepada membenarkan ikrar kita setiap hari..

sesungguhnya solatku....
ibadah ku....
hidupku.....
dan matiku hanya untuk ALLAH semata-mata....

inilah destinasi terakhir aqidah ini dalam setiap jiwa individu muslim.....





penat, lunyai, pokai... terbayar dengan kepuasan.....
kepuasan yang tidak mungkin dirasai tanpa "juhd"... kesungguhan yang sungguh...


itulah tabi'at agama ini... jangan mengimpikan atau mengatakan sudah menjadi muslim, soleh, "beragama", berkorban utk agama, kalau hanya bermain2... sentiasa beralasan.... mencari rukhsah...;kerana agama ini x berdiri di atas rukhsah2.....


"kita belajar dulu kat mesir, cari ilmu, nanti balik malaysia baru kita dakwah dan tarbiah..."
"rilek dulu, bidang amal kita di malaysia... bukan mesir"
"ana x mampu a dakwah2, mengajar orang ni ana x reti...."



no way!

وَٱلَّذِينَ جَـٰهَدُواْ فِينَا لَنَہۡدِيَنَّہُمۡ سُبُلَنَا‌ۚ وَإِنَّ ٱللَّهَ لَمَعَ ٱلۡمُحۡسِنِينَ

Dan orang-orang yang berusaha dengan bersungguh-sungguh kerana (mencari keridhaan) Kami, sesungguhnya Kami akan memimpin mereka ke jalan-jalan Kami dan sesungguhnya (pertolongan dan bantuan) Allah adalah berserta orang-orang yang berusaha membaiki amalannya.
(al-ankabut;69)



وَمَنۡ أَحۡسَنُ قَوۡلاً۬ مِّمَّن دَعَآ إِلَى ٱللَّهِ وَعَمِلَ صَـٰلِحً۬ا وَقَالَ إِنَّنِى مِنَ ٱلۡمُسۡلِمِينَ

Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh dan berkata: "Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri?"
(fussilat;33)

inilah jalan kita... seorang muslim



sekian...
(bersambung, insyaALLAH)

Rabu, 18 Ogos 2010

rasis; objek misteri dalam masyarakat muslimeen malaysia

Tidak ada sisi baik yang ada pada sebuah -isme (-isme apapun), melainkan ia pasti ada juga pada dakwah kami, dan kami menyeru kepadanya.
-hassan albanna-



kali ini, saya hanya ingin membawakan kepada anda dengan apa yang disalin/copy-paste dari buku himpunan risalah hassan al-banna, yang sehingga kini masih diguna oleh ikhwanul muslimin dan seluruh yang mengikuti toriqah pergerakan mereka di seluruh dunia sebagai dasar fikrah(pemikiran) dan amal (dakwah tarbiyah) mereka ...

kadang2 kita, umat muslimin hari ini terkeliru dengan pelbagai pandangan dan arus "world view", sehinggakan kita tidak pasti dimanakah garis merah pembeda, apakah permasalahannya, asas2 permasalahan paling dasar...

kegagalan dalam kita memahami hakikat ini akhirnya di sana berlaku pelbagai kerancuan, dan gagal mendiagnos penyakit umat ini....

agenda artikel ini adalah untuk mengajak kita merevive makna rasis, kaum, melayu, assobiah yang kita tentang atau kita perjuangkan....


muslim di malaysia hari ini di saat2 kehancurannya bila tulang belakang mereka (melayu muslim) di hentam hebat oleh arus liberalisasi... mereka hilang jati diri dan identiti... merasa rasis bila menyebut melayu, sedangkan melayu adalah kaum utama yang ALLAH pilih untuk membawa risalah ISLAM di asia tenggara dan menebar ke sekitarnya....

mereka telah hilang sejarah, telah hilang agenda, telah hilang rasa tanggungjawab terhadap survival muslimin, sudah diubah tabi-ah nya; ayam jantan menjadi ayam daging....




rasis; antara objek misteri, survival, persaudaraan, agen perubah, ummah qudwah, faktor utama menjayakan semua agenda ISLAM di malaysia

moga ALLAH menunjukkan kita jalan nya...



(potongan dari risalah dakwatuna, majmuaturrasail imam hassan al-banna)


------------------------------------------------------------------------------------------------

Kebangsaan (Perkauman)

Berikutnya saya ingin mengemukakan kepada anda tentang sikap ikhwan terhadap paham kebangsaan.

Kebangsaan Kejayaan

Jika yang dimaksud dengan kebangsaan oleh para tokohnya adalah bahwa generasi penerus harus mengikuti jejak para pendahulunya dalam mencapai kejayaan, kebesaran dan kecermerlangan; dan bahwa generasi penerus harus menjadikan para pendahulunya sebagai panutan; dan bahwa kebesaran sang ayah merupakan kebanggaan bagi anaknya, yang selalu mendorongnya untuk menikuti jejak sang ayah karena hubungan darah; maka di sini kami pun sejalan dengan mereka. Bukankah bekal kami dalam membangkitkan semangat –generasi sekarang– juga dengan mengingatkan mereka kepada kebesaran para pendahulu (para nabi dan salafus shalih) ? Bahkan substansi pemahaman seperti ini juga pernah diisyaratkan oleh Rasulullah saw dalam sabdanya,

"Manusia itu seperti logam. Yang terbaik di antara mereka dalam (pada masa) Jahiliyyah adalah juga yang terbaik dalam (di masa) Islam, jika mereka memahami."

Sekarang anda dapat melihat betapa Islam sendiri tidak menentang paham kebangsaan dalam maknanya yang agung ini.



Kebangsaan Umat

Jika yang dimaksud dengan kebangsaan adalah anggapan bahwa suatu kelompok etnis atau sebuah komunitas masyarakat adalah pihak yang paling berhak memperoleh kebaikan-kebaikan yang merupakan hasil perjuangannya, maka di sini pun kami bersepakat dengan mereka. Siapa gerangan yang tidak melihat bahwa orang yang paling berhak memetik buah perjuangan adalah kaumnya sendiri di mana mereka tumbuh dalam satu komunitas?

O, demi sungguh kabilah itu
Labuhan terbaik seseorang
Walau mereka merapatkannya
Pada setiap bahtera

Jika yang mereka maksudkan dengan Kebangsaan adalah bahwa setiap kita dituntut untuk berjuang, di mana setiap kelompok harus mencapai tujuan dalam posisi di mana saja ia berada, untuk kemudian dengan izin Allah bertemu di medan kemenangan, maka sesungguhnya inilah pengelompokkan terbaik. Dan siapakah yang dapat menjadikan bangsa-bangsa Timur sebagai pasukan-pasukan yang masing-masing berjuang di medannya, sampai suatu saat kita semua bertemu di gelanggang kebebasan dan kemerdekaan?

Semua makna positif –yang terkandung dalam paham Kebangsaan– ini adalah makna-makna indah yang tidak diingkari oleh Islam. Itu pula yang menjadi tolok ukur kami. Kami melapangkan dada untuk menerimanya, bahkan kami menganjurkannya.




Kebangsaan Jahiliyah

Tapi jika yang dimaksud dengan Kebangsaan adalah menghidupkan tradisi Jahiliyah yang sudah lapuk; kembali ke masa lalu yang sebenarnya telah digantikan oleh peradaban baru yang lebih mendatangkan maslahat; atau melepaskan Islam dari ikatan-ikatan kesukuan secara ekstrim seperti yang dilakukan oleh beberapa Negara dengan menghancurkan simbol-simbol Islam dan Arab, bahkan sampai kepada nama dan huruf serta bahasanya; maka makna yang terkandung dalam Kebangsaan yang seperti ini merupakan makna buruk, yang hanya akan menjerumuskan bangsa-bangsa Timur kepada kebinasaan dan penderitaan panjang.

Keberadaannya akan menghilang-lenyapkan khazanah warisan sejarah mereka; menjatuhkan martabat, dan menghilangkan bagian yang merupakan kunci keistimewaan dan kehormatannya. Tentu saja itu tidak membahayakan barang sedikit pun bagi agama Allah. Dia swt. berfirman,
"Dan jika kamu berpaling, niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain, dan mereka tidak seperti kamu (ini)." (Muhammad: 28)



Kebangsaan Permusuhan

Jika yang dimaksud dengan Kebangsaan itu adalah membangga-banggakan etnis sampai pada tingkat melecehkan dan memusuhi etnis lain serta berjuang demi eksistensinya sendiri –seperti yang pernah diserukan oleh Jerman dan Itali, dan bangsa mana saja yang menganggap etnisnya atas segala-galanya– maka ini juga merupakan makna yang buruk dan melecehkan nilai-nilai kemanusiaan. Pemaknaan seperti itu akan menggiring masyarakat manusia kepada anarkhisme, untuk saling membunuh sesama mereka hanya karena sebuah waham (pemikiran yang rancu), yang jauh dari hakekat kebenaran.



Dua Pilar

Ikhwanul Muslimin tidak percaya pada Kebangsaan dalam makna-makna buruk di atas (Kebangsaan Permusuhan dan kebangsaan jahiliyah). Kami tidak pernah menyerukan ungkapan Fir'aunisme, Arabisme, Feniqisme, atau Siriaisme dan lain-lain yang semacamnya. Tidak juga kepada semua nama dan gelar yang selama ini digembor-gemborkan orang. Kami hanya percaya kepada apa yang pernah diucapkan Rasulullah saw., sang manusia sempurna dan guru terbaik yang mengajar manusia tentang kebaikan,

"Sesungguhnya Allah telah menghilangkan fanatisme Jahiliyah serta pengagungan mereka terhadap nenek moyang dari kalian. Manusia itu berasal dari Adam, dan Adam itu berasal dari tanah. Tak ada keutamaan seorang Arab atas seorang Ajam (selain Arab, edt.) kecuali dengan ketaqwaanya."

Alangkah indah dan adilnya ungkapan itu. Semua manusia berasal dari Adam dan karenanya mereka semua sama dan sederajat. Yang membedakan mereka kemudian adalah amalnya. Maka adalah wajib bagi setiap kita untuk berlomba-lomba dalam kebaikan. Inilah dua pilar yang kalau saja kemanusiaan dibangun di atasnya niscaya ia akan membawa manusia kepada ketinggian. Manusia itu dari Adam. Maka mereka semua bersaudara dan karenanya wajib untuk saling tolong-menolong, berdamai dan berkasih sayang serta saling menasehati dalam kebaikan. Adanya perbedaan di antara mereka adalah atas dasar amal. Maka setiap mereka harus berusaha keras mengangkat harkat kemanusiaan dalam posisi mana pun ia berada. Nah, pernahkah anda melihat ketinggian kemanusiaan melebihi ketinggian ajaran ini; atau pendidikan yang lebih baik dari pendidikan ini?




Keistimewaan Bangsa Arab

Namun demikian kami sama sekali tidak mengingkari adanya keistimewaan tertentu yang melekat pada suatu bangsa yang membedakannya dengan bangsa lain. Kami percaya bahwa setiap bangsa itu mempunyai sisi-sisi keistimewaan dan keunggulan serta keutamaan. Kami juga percaya bahwa terdapat perbedaan tingkatan antar masing-masing bangsa dalam hal itu. Dan kami yakin bahwa bangsa Arab memiliki lebih banyak keistimewaan dibanding bangsa-bangsa lain. Tetapi ini bukan alasan bagi bangsa Arab untuk memusuhi bangsa-bangsa lain. Sebaliknya, keistimewaan itu harus digunakan untuk merealisasikan amanah yang dibebankan kepada setiap bangsa.

Inilah makna kebangkitan kemanusiaan yang hakiki. Barang kali anda tidak akan pernah menemukan sebuah bangsa dalam sejarah yang memahami makna ini melebihi apa yang dipahami oleh pasukan Arab yang menyandang predikat sahabat-sahabat Rasulullah saw. Ini merupakan tema yang membutuhkan pemaparan panjang. Saya tidak ingin menjelaskan lebih jauh untuk menghindari penyimpangan pembahasan yang tidak berguna. Saya ingin kembali kepada masalah pokok yang sedang kita bicarakan.



Ikatan Aqidah

Jika anda telah mengetahui ini, maka selanjutnya ketahuilah pula –semoga Allah menguatkan anda– bahwa Ikhwanul Muslimin memandang manusia –dalam kaitannya dengan sikap mereka terhadap fikrah Ikhwan– terbagi menjadi dua golongan.

Ada golongan manusia yang meyakini apa yang kami yakini. Yaitu beriman kepada Allah dan kitab-Nya serta beriman kepada Rasulullah saw. Dengan segenap ajaran yang dibawanya. Terhadap mereka itu kami diikat oleh sebuah ikatan yang suci dan luhur, yakni ikatan aqidah.
Bagi kami ikatan ini jauh lebih suci dari ikatan darah dan tanah air mereka adalah kaum yang paling dekat dengan kami, yang setiap saat kami rindukan dan karenanya kami bekerja dan berjuang membela mereka, menebus kehormatan mereka dengan darah dan harta, dibelahan bumi mana pun mereka berada dan dari keturunan apa pun mereka berasal.

Ada lagi golongan manusia di mana ikatan aqidah tidak mengikat kami dengan mereka. Namun kami tetap berdamai dengan mereka selama mereka berdamai dengan kami. Kami menginginkan kebaikan bagi mereka selama mereka tidak memusuhi kami. Kami percaya bahwa diatara kami tetap ada suatu ikatan, yaitu ikatan dakwah. Kami harus mengajak mereka kepada missi yang kami emban, karena itu merupakan kebaikan bagi seluruh manusia. Dan dalam melakukan dakwah, kami harus mengikuti metode dan sarana yang telah dijelaskan oleh Islam sendiri. Maka siapa diantara mereka yang mendzalimi kami, niscaya kami akan membalas kezhaliman mereka dengan seutama-utamanya cara untuk membalas kezhaliman orang-orang zalim. Jika anda ingin mendengar itu dari Kitab Allah, maka dengarkanlah yang berikut ini,

“Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu.” (Al-Hujurat: 10)

“Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangi kamu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. ” (Al-Mumtahanah : 8-9)


Saya berharap bahwa saya telah menyingkap sisi ini dalam dakwah kami dengan jelas, dengan kejelasan apa yang tidak akan meninggalkan secuil pun kebingungan dan ke-absurd-an dalam diri anda. Dan sekarang, saya berharap bahwa anda telah mengetahui kepada siapa Ikhwanul Muslimin berpihak dan ke mana pula dia mengajak.

Rabu, 23 Jun 2010

KAYA


satu ketika, Bilal bin Rabah datang kepada Rasulallah, mengadukan pergeserannya dengan Abu Dzar al-Ghifari.... Abu Dzar menghina dan mencela nya!

mafhum..
"ya Rasulallah, Abu Dzar telah memanggil aku dengan nama "wahai anak kepada ibu hitam.." "


lalu, sekalian mereka berdua dipanggil oleh Rasulallah bagi mengambil kenyataan masing2 dan meneguhkan kepastian....

(mafhum...)
"Ya Abu Dzar, betul ke ko panggil Bilal sebegitu?"
"Ya Rasulallah" jawab Abu Dzar akur...
"wahai Abu Dzar, sesungguhnya aku tgk, masih ada baki karat jahiliyah pada diri mu"

Abu Dzar tidak dapat menahan perasaan hibanya, dengan sebak menyesakkan dadanya, pantas, dia meletakkan kepala nya di atas tanah.....

seraya berkata,
"wahai Bilal, maafkanlah aku.... aku kesal dan bertaubat.. " (mafhum)
"no problem Abu Dzar, aku x de apa2... aku maafkan ko"
"kalau ko maafkan aku, letaklah kakimu di atas kepala ku ini (di atas tanah)..."

"wahai Abu Dzar, aku sudah maafkan ko... x perlulah ko meminta aku buat begitu...."
"tidak bilal...."jawab abu dzar

Bilal tetap berkeras...

lalu, Abu Dzar mendapatkan kaki bilal, dan meletakkannya di atas kepalanya yang masih di atas tanah...... lalu kedua-duanya diliputi kesayuan yang dalam...








sebuah kisah, 2 orang manusia "besar" dalam sejarah..... lebih 1400 tahun dahulu....


saya takjub, bagaimana kisah kecil ini di rakamkan dan kekal selama ribuan tahun....
penuh dengan ma'ani-ma'ani dan mutiara hikmah....

mungkin ada tokoh2 yg kita kenali sepanjang pembelajaran kita, contohnya machievelli, adolf hitler, martin luther, omar mokhtar, sultan muhammad al fateh, salahuddin ayubi.... namun, kisah kehidupan mereka tidak sesegar generasi ini...

walaupun sudah merentasi ribuan tahun



inilah umur yang kaya.... kaya dengan pelajaran yang besar......

merekalah seperti mana disebutkan Sayyid Quthb

"Jil Qur'ani Farid"
(Generasi Qur'an Yang Unik)









....... 1400 tahun dahulu.........

........2 orang sahabat..........





namanya akan terus segar hidup dalam jiwa orang2 beriman hingga ke hujung zaman......

Jumaat, 18 Jun 2010

apa pndpt saudara ttg pas?


(yang ditanya sedang berjogging)



satu orang bertanya dalam post saya sebelum ini , dan dalam beberapa kesempatan ini... saya menjawab..

apa pndpt saudara ttg pas?




alhamdulillah... PAS telah mengorak langkah yang baik dalam mengetengahkan ISLAM dalam masyarakat malaysia....

menjadi badil (alternatif) dikala masyarakat sangat2 menginginkan alternatif....

"revolusi tudung" yang di pacu oleh gelombang 3 serangkai PAS-ABIM-ARQAM pada awal 1980-an mengesankan masyarakat hingga ke hari ini....

ribuan para huffaz lahir dari sekolah2 nya... ia telah memperkenalkan banyak polisi2 di kelantan yang mana akhirnya digunapakai di negeri2 lain...

PAS adalah jamaah minal muslimin yang telah banyak berjasa kepada ummat ini...




namun begitu, ia adalah sesuatu dari manusia, maka tidak salah jika ada kesilapan dan kemudiaannya memperbetulkan, dan tidak menjadi aneh jika ada yang mengkoreksinya/menegurnya demi kebaikannya...

dan ia adalah komponen saling melengkapi utk membangunkan citra ISLAMI dalam masyarakat malaysia...

ada melengkapi kekurangannya dan ia ada melengkapi kekurangan yg lain...


walaupun ada sesetengah ahli/kader/pendokong PAS yang agak taasub kepartiaan, tidak sedikitpun boleh dikoreksi utk ditelaah.....
yang pantas melabelkan orang lain bersekongkol dengan toghut bila x sependapat dengannya.....
yang melaungkan semboyan kebencian walapun kepada org yang menyeru kepada ALLAH....
dan yang meninggalkan peranan sebagai menjadi qudwah dalam masyarakat....


semua itu saya kira masalah orangnya yang bermasalah, bukan masalah jamaah....

ingatlah! ghayah kita hanya ingin menuju kepada ridho ALLAH dan jannah.... maka tindakan kita harus diukur dengan ghayah kita....


-----------------------------------------------------------------------------------------

satu hal yang harus kita fahami

kemenangan kita sebenar bilamana kita mampu membawa masyarakt ini kembali hidup beragama dan bertuhan...

oleh itu, seandainya anda seorang pendokong PAS, harus di fahami agenda kita adalah merubah ummat ini, bukan sekadar memenangi pilihanraya....

tanpa ummat ini berubah terlebih dahulu, tanpa diubah dahulu orientasi hidupnya, idolanya, kebanggaannya... tidak mungkin kemenangan di pilahnraya menjadi sebuah kejayaan buat kita.....

lagipula setakat ini PAS masih belum menjadi main player dalam PR...

PAS hanya 23 kerusi, DAP 29 kerusi dan PKR 25 kerusi (mix muslim and non muslim) dan PSM (parti sosialis malaysia)1 kerusi(sumber)....

maka saya yang kerdil ini memberi pesan dan ingatan, hati2lah pemimpin kami dan kaum muslimin...

kebenaran harus dengan kekuatan agar ia sentiasa berada di atas dan tidak di bola-bolakan....

jangan sampai seperti dikatakan orang2 tua kita....

"dikendong x dapat, dikejar berciciran"

--- sungguhpun saya berkata sebegini bukan lah cenderung menyebelahi dan menyeru kepada UMNO (selagi mana UMNO tidak berubah sikap2 nya....)





ikhwati fillah... fahamilah risalah ini dengan baik.... tanah air muslimin ini harus kita jagai dengan baik kerana tiada siapa akan memeliharanya kecuali kita







jalan ini memang jauh dan sukar... sebab itulah kita harus mempersiapkan kemenangan dengan baik, bersungguh-sungguh dan ikhlas...

ia bukan sekejap... jalan ini telah bermula ribuan tahun sebelum kita... tidak mungkin kita dapat mengharapkan kemenangan yang segera....

moga ALLAH memberikan kesempatan dan kekuatan utk meletakkan diri kita untuk berada di barisan orang2 yang telah menunaikan janjinya dengan Tuhan sekalian alam.....



wallahua'lam

Khamis, 17 Jun 2010

generasi baru

tidak hairanlah kalau ketika ini mesir menjadi negara ke 12 dalam FIFA world ranking (link) di kalangan negara2 gergasi bola sepak walaupun mereka tidak berkesempatan untuk ke piala dunia kali ini....

kamu tahu apa mereka buat?



ini dia...



zoom in..







dan para jurulatih muda...







di sini (mesir)... biasanya, kelab sukan/ stadium awam akan menguruskan pelatihan kepada kanak2 seawal 8 tahun!

kalau di malaysia, ia seperti tusyen akademik... tetapi di sini, tusyen bola sepak....

ibubapa akan menghantar anak2 mereka ke pusat2 tusyen bola ini, kalau anda lihat, di belakang itu ibubapa menunggu dan melihat prestasi anak2 mereka...


ini pemandangan yang saya bawakan hanya dari 1 tempat, berpuluh lagi tusyen2 sebegini....





mungkin begini caranya untuk menjadi negara gergasi bola sepak.... iaitu dengan membina generasi bola sepak....






begitu juga dengan ISLAM.... kekuatannya harus dimulai dengan membina generasinya dengan dasar kefahaman yang sebenar sebelum yang lain.....




kekuatan, kesatuan, kekayaan, kebanggaan pasti menyusul....











"tegakkan ISLAM dalam dirimu, nescaya ia tertegak di negerimu"